Berikut adalah beberapa indikator kunci untuk membaca arah gerak guru melalui kacamata PGRI:
1. Dari „Penerima Instruksi” Menjadi „Kreator Inovasi”
Dulu, guru bergerak hanya berdasarkan juklak (petunjuk pelaksanaan) dari pusat. Melalui aktivitas di PGRI, kita melihat pergeseran arah yang drastis.
-
Gerakan Literasi Sejawat: Guru tidak lagi menunggu pelatihan resmi; mereka bergerak secara lateral, saling berbagi „Praktik Baik” di forum-forum PGRI. Inilah arah gerak menuju profesionalisme organik.
2. Kesadaran Kolektif akan Perlindungan Hukum
Arah gerak guru kini mengarah pada penguatan martabat dan keamanan kerja.
-
Marwah Profesi: Gerakan ini menunjukkan arah menuju profesi yang lebih berwibawa, di mana disiplin siswa tetap ditegakkan namun tetap dalam koridor perlindungan hukum yang jelas.
3. Solidaritas Tanpa Sekat (Egalitarianisme Pegawai)
Melalui PGRI, kita bisa membaca bahwa guru sedang bergerak meruntuhkan tembok pemisah antar-status kepegawaian.
-
Dampak: Solidaritas ini menciptakan kekuatan tawar (bargaining power) yang jauh lebih besar di hadapan pengambil kebijakan.
4. Transformasi Kesejahteraan Berbasis Kemandirian
Arah gerak guru melalui PGRI juga menunjukkan tren kemandirian ekonomi.
-
Filantropi Profesi: Dana solidaritas yang terkumpul secara sukarela menunjukkan bahwa guru bergerak menuju komunitas yang memiliki ketahanan sosial tinggi (resiliensi).
Matriks: Membaca Perubahan Arah Gerak Guru
| Aspek | Arah Gerak Lama | Arah Gerak Baru (via PGRI) |
| Kompetensi | Menunggu arahan kurikulum. | Proaktif menguasai AI dan teknologi digital. |
| Masalah Hukum | Diselesaikan secara pribadi/diam. | Dimediasi secara organisasi melalui LKBH. |
| Kesejahteraan | Bergantung sepenuhnya pada APBN. | Kombinasi advokasi kebijakan & dana mandiri. |
| Hubungan Kerja | Kaku dan birokratis. | Cair, kolaboratif, dan penuh persaudaraan. |
5. Partisipasi Aktif dalam Perumusan Kebijakan
Melalui PGRI, kita melihat guru tidak lagi mau menjadi „objek” kebijakan, melainkan „subjek”.
-
Kritik Konstruktif: Setiap kali ada kebijakan baru, suara kritis guru di tingkat Ranting hingga Pengurus Besar menjadi penentu apakah kebijakan tersebut bisa berjalan atau perlu direvisi.
-
Arah Masa Depan: Guru bergerak menuju posisi sebagai mitra strategis pemerintah, di mana suara lapangan menjadi bahan baku utama dalam pembuatan undang-undang atau peraturan pendidikan.
Kesimpulan
Membaca PGRI adalah membaca masa depan guru Indonesia. Arah geraknya sangat jelas: menuju guru yang lebih melek teknologi, sadar hukum, solid secara sosial, dan vokal dalam memperjuangkan martabatnya. PGRI memastikan bahwa perubahan zaman tidak meninggalkan guru di belakang, melainkan menempatkan mereka di kursi kemudi.